Perkuat Konektivitas ke Talaud dengan Kapal Perintis dan Tol Laut

Kapal perintis dan kapal tol laut telah hadir di wilayah Kepulauan Talaud untuk merajut konektivitas. (Foto: dephub.go.id)

Talaud – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah membuka empat trayek kapal perintis dan dua trayek kapal tol laut untuk meningkatkan konektivitas ke Kepulauan Talaud. Kapal-kapal ini akan menjangkau wilayah 3TP (Terpencil,Terdepan, Tertinggal, dan Perbatasan), di mana Kepulauan Talaud merupakan salah satu yang termasuk wilayah terdepan Indonesia yang berbatasan dengan Filipina.

Direktur Lalu Lintas dan Angkatan Laut Wisnu Handoko menerangkan, adanya kapal-kapal tersebut merupakan bukti kehadiran negara dalam merajut konektivitas wilayah dan merangkai nusantara.

Empat trayek kapal perintis yang melayani ke Kepualauan Talaud antara lain R-31, R-32, R-33, dan R-34. “Untuk angkutan barang tol laut, tahun 2019 ini telah disiapkan trayek utama H-1 dan T-5 untuk menjangkau Kepulauan Talaud,” terang Wisnu.

Wilayah Kabupaten Kepualauan Talaud terdiri dari empat pulau berpenghuni, yaitu: Karatung, Marampit, Miangas, dan Kakorotan. Sedangkan empat pulau tak berpenghuni antara lain: Intata, Mangupun, Garat, dan Malo. Adapun Pulau Karatung memiliki ibukota kecamatan Nanusa.

Pemerintah, imbuh Wisnu, telah menyediakan kapal perintis untuk melayani masyarakat di Kepulauan Talaud, khususnya masyarakat Nanusa di Pulau Karatung. “Kapal perintis sudah sampai ke Miangas dan Karatung yang berada di sekitar Nanusa. Jadi, tidak benar kalau wilayah Nanusa terisolir,” pungkasnya.

Selain itu, Kemenhub juga tengah mengganti kapal perintis yang sudah ada di wilayah Sangihe dan Talaud dengan kapal baru. Kapal baru KM SabukBusantara 95 dan Sabuk Nusantara 69 siap beroperasi.

Kontainer Masuk Desa

Kemenhub dan Maritime Research Institut Nusantara (Marin Nusantara) bekerja sama menjalankan program kontainer masuk desa. Wisnu menjelaskan, sebanyak tiga ton beras sudah diangkut kapal tol laut ke talaud melalui program tersebut.

Pengiriman beras tersebut diangkut menggunakan kapal tol laut KM Logistik Nusantara II. Tujuan pengiriman beras tersebut mencakup desa-desa di Kecamatan Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud, dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Selain itu, pengiriman beras juga akan dilakukan dari pelabuhan lain.

“Dengan adanya program kontainer masuk desa tentunya akan mendukung program tol laut dengan skema end to end,” ujar Wisnu.

Menurutnya, program kontainer masuk desa ini dipastikan mampu memenuhi ketersedian berbagai bahan pokok di wilayah desa yang selama ini belum terjangkau secara maksimal. Sehingga, program ini diharapkan mampu mengurangi kenaikan harga bahan pangan.

Saat ini, lanjut Wisnu, Kemenhub telah menyiapkan kapal perintis milik negara dengan ukuran 200 GT hingga 2000 GT dengan kapasitas angkut 30 ribu penumpang. “Itu untuk mendukung kapal tol laut membawa logistik ke daerah-daerah yang berada di sekitar pelabuhan yang disinggahi kapal tol laut,” terangnya.