Bincang Buku Bersama Sang Putra Pasifik Asli Karatung di Sasando FM Yogyakarta

Yupiter Ome (kanan) sebagai HOS station Sasando FM berbincang bersama Penulis Buku “Sang Putra Pasifik Mengejar Mimpi” Abner Sarlis Tindi dalam sebuah program talkshow bedah buku live di studio Radio Sasando 90.3 FM, Yogyakarta, Selasa (16/7/2019).

Yogyakarta – Penulis Buku ”Sang Putra Pasifik Mengejar Mimpi” Abner Sarlis Tindi berkesempatan membedah isi karyanya pada program talkshow Radio Sasando 90.3 FM, Selasa (16/7/2019). Bersama pembawa acara Yupiter Ome, buku dibedah dalam tiga episode siaran.

Sebagai pengantar, Yupiter Ome mendeskripsikan secara garis besar isi buku. Ditulis dalam 14 bagian, buku inspiratif karya seorang abdi negara, yang terinspirasi melalui mimpi-mimpinya, merupakan catatan dan sketsa rekam jejak perjuangan yang dilalui penulis. “Dalam buku ini penulis berkisah tentang episode kisah perjalanan hidupnya, mulai dari masa kecil dalam sebuah keluarga sederhana yang harmonis, nun jauh di bibir pasifik,” ujar penyiar.

Dalam tiga episode siaran, pembahasan isi buku dibagi menjadi tujuh bagian, yaitu: masa kecil bersama keluarga di ujung bibir pasifik; usia emas di bangku sekolah; mimpi dan visi Garuda Pasifik; mencari benang merah di nisan Putra Fajar; pengalaman berada di jalur politik; teori di kelas para monster; dan kawah candradimuka dan tongkat merapi.

Penyiar radio kemudian mengutip bagian buku di salah satu halaman. “Tongkat merapi mengajari kita untuk melakukan sesuatu karena di tangan kita ada otoritas, untuk melakukan sesuatu yang berdampak besar bagi bangsa dan negara,” ujar Yupiter mengutip buku.

Putra Pasifik Asli Karatung Mengejar Mimpi

Abner Sarlis Tindi bersama buku “Sang Putra Pasifik Mengejar Mimpi”.

Abner Sarlis Tindi, sang putra pasifik, mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku berjudul “Sang Putra Pasifik Mengejar Mimpi: Mendayung dari Bibir Pasifik hingga Puncak Merapi”. Abner berani membuktikan bahwa asalnya dari Kepulauan Karatung, wilayah yang bisa disebut dengan kawasan perbatasan, bukanlah alasan baginya untuk berhenti bermimpi.

Etos kerja yang tinggi serta keinginan untuk mendedikasikan diri demi Indonesia yang lebih baik menjadi penyemangat Abner dalam menjalani hari-hari. Saat ini, Abner sedang berjuang meraih gelar doktoral di salah satu universitas terbaik Indonesia, UGM. Buku ini tidak hanya bercerita pengalaman jatuh bangun yang dialaminya. Ada semangat yang ditularkan agar generasi muda berani berkontribusi lebih untuk Indonesia. Ada pula pengalaman menggelitik yang tetap disisipi nilai-nilai moral.

Melalui buku yang ditulisnya, keindahan tempat kelahirannya di Pulau Karatung, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, digambarkan dengan detail. Bahkan, ada pula cerita sejarah nenek moyang Pulau Karatung yang sampai saat ini masih belum selesai ditelusuri. Diceritakan pula mimpi-mimpi Abner untuk membangun Kawasan Garuda Pasifik di Talaud, sehingga kawasan ini dapat semakin berkembang dan dilirik anak-anak bangsa.

Buku “Sang Putra Pasifik Mengejar Mimpi” tidak hanya menjadi dokumentasi kisah pribadi penulis saja. Lebih dari itu, buku ini turut menguak fakta wilayah perbatasan Indonesia yang jarang diekspos. Nilai-nilai lokal masyarakat Kepulauan Talaud dan fakta-fakta di dalamnya.

“Buku penggugah semangat ini bisa dibaca siapa saja, kapan saja, sebagai amunisi untuk terus bergerak. Demi Indonesia,” tegas Abner.