Makna Natal Menurut Abner Sarlis Tindi

Penulis buku Sang Putra Pasifik Mengejar Mimpi, Abner Sarlis Tindi, putra asli Talaud. (Foto: Hanang)

Talaud- Natal merupakan peristiwa iman khususnya bagi umat Kristiani. Selain itu, peristiwa Natal juga memberi makna bagi kesederhanaan gaya hidup.

Hal ini disampaikan oleh penulis buku Sang Putra Pasifik Mengejar Mimpi, Abner Sarlis Tindi. Putra asal Talaud ini menjelaskan bahwa peristiwa Natal juga menjadi simbol kepercayaan umat kristiani kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

“Kelahiran Yesus di palungan yang hina, mengajarkan kita untuk senantiasa rendah hati dan hidup dalam perdamaian, seorang dengan yang lain” ungkapnya (24/12/2019).

Ia juga memaknai Natal untuk kedamaian. Damai yang berlaku bagi seluruh umat manusia dalam situasi dimana banyak tempat dan negara konflik sering terjadi.

Oleh sebab itu, damai Natal menjadi pesan untuk semua orang bahwa meskipun berbeda cara pandang, latar belakang, bahkan keyakinan. Tapi, menurutnya, segala usaha yang dilakukan di dunia pasti berujung pada upaya mencari kedamaian.

Hidup Dalam Kasih

Dalam hal ini, Abner mengajak semua orang untuk bergandengan, saling mengasihi, dan senantiasa melakukan empat hal agar hidup senantiasa menjadi berkat bagi banyak orang.

Empat hal tersebut yakni berkata dengan benar, melakukan keadilan dan kebenaran, tidak mencintai sumpah palsu, serta tidak merancang kejahatan dalam hati.

“Mari kita semua bergandengan tangan dan saling mengasihi antarsesama manusia tanpa memandang suku, agama, ras, dimana kasih Allah adalah dasar dari segala tindakan kita,” ujarnya.

Menurut lulusan doktoral Studi Kebijakan UGM tersebut, Natal menjadi momentum refleksi diri bagi umat kristiani.

“Kasih Allah yang diwujudnyatakan melalui hadirnya Bayi Natal. Sungguh membuat kita senantiasa bersukacita dalam segala situasi yang kita hadapi,” imbuhnya.

Ia melanjutkan bahwa ada pengharapan besar sebagaimana berita Natal yang disampaikan oleh para Malaikat kepada para gembala di padang gurun: “Kemuliaan Bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” tutupnya.